The Meaning Of Fasting For Marginalized Communities (Case Study On The Kaligelis Bank Of Kudus City)

Main Article Content

Irfan Prasetya

Abstract

Puasa ramadhan mempunyai predikat sebagai bulan suci yang di dalamnya mengandung rahmat, keberkahan dan pengampunan (maghfirah). Kendati demikian, dalam praktiknya memberikan efek yang berbeda-beda antara orang non-marginal dengan orang marginal. Maka yang menjadi pertanyaannya adalah, bagaimana pemaknaan puasa bagi masyarakat marginal. Pengamatan yang dilakukan dengan observasi dan wawancara langsung dalam penelitian ini difokuskan kepada masyarakat marginal yang terletak di bantaran Kaligelis, Kecamatan Kota Kabupaten Kudus, yang mana masyarakatnya bekerja sebagai pemulung, buruh, tambal ban, hingga pengemis. Oleh karena itu penelitian ini ditujukan agar masyarakat secara umum memahami kondisi keagamaan khususnya tentang pemaknaan puasa berserta dinamika di dalamnya. Dalam hal pemaknaan puasa, masyarakat marginal di Kaligelis dapat dikategorikan menjadi tiga kelompok yaitu, orang yang tetap berpuasa, tidak berpuasa, dan semaunya. Terdapat lima faktor yang dapat mempengaruhi hal tersebut diantaranya adalah faktor keagamaan, faktor ekonomi, faktor sosial, faktor pendidikan serta peran pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat marginal kurang maksimal, sehingga membuat tujuan dari kesejahteraan masyarakat tidak serta merta tercapai.

Article Details

How to Cite
Prasetya, I. (2024). The Meaning Of Fasting For Marginalized Communities (Case Study On The Kaligelis Bank Of Kudus City). UInScof, 1(2). Retrieved from https://proceedings.radenfatah.ac.id/index.php/UInScof2022/article/view/1177
Section
Articles