Kesantunan Berbahasa Konten Kreator Akun TikTok "Iben M.A" di Era Digital: Kajian Pragmatik

Authors

  • Yuni Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Isnaini Rahmawati Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Keywords:

Kesantunan Berbahasa, Konten TikTok, @iben_ma, Maksim Leech.

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1. Apakah Kesantunan Berbahasa teraktualisasi dalam konten akun TikTok milik Iben? 2. Apakah semua jenis Maksim termuat dalam Konten akun TikTok Iben?. Analisis ini menggunakan teori milik Leech yakni Pendekatan Kesantunan Berbahasa kajian Pragmatik. Leech mengemukakan bahwa Kesantunan Berbahasa memiliki berbagai Maksim yang terdiri dari: 1. Maksim Kebijaksanaan (Tact Maxim), 2. Maksim Kemurahan atau Kedermawanan (Generosity Maxim), 3. Maksim Penerimaan atau Pujian atau Penghargaan (Aprrobation Maxim), 4. Maksim Kerendahan Hati atau Kesederhanaan (Modesty Maxim), 5. Maksim Pemufakatan (Aggrement Maxim), 6. Maksim Simpati (Syhmpaty Maxim). Metode yang digunakan untuk menganalisis artikel adalah metode Deskriptif Kualitatif dengan teknik pengambilan data yang menggunakan Teknik Simak dan Teknik Catat. Adapun Hasil yang diperoleh yaitu Kesantunan Berbahasa menurut Maksim milik Leech pada tuturan Iben pemilik akun @iben_ma dalam kontenya termuat semua ke dalam Maksim milik Leech. Maksim tersebut tediri dari 1. Maksim Kebijaksanaan pada kalimat “bukan berarti Lo gak ada perubahan”, 2. Maksim Kedermawanan yang termuat dalam kalimat -Iben : “2 boleh pak”-, 3. Maksim Penghargaan atau Pujian yang termuat dalam kalimat -Iben: “enak bang”-, 4. Maksim Kesederhanaan termuat dalam kalimat -Iben : “Ngak ini gue bukan ngebantu, tapi Karna kue Lo enak.”-, 5. Maksim Kemufakatan termuat dalam kalimat- Iben : “gas”-, 6. Maksim Kesimpatian yang termuat di dalam kalimat -. Iben: “Karena pendapat orderan lu yang paling dikit, dapat 500.000”

Downloads

Published

2023-12-21